Review Film Koki-Koki Cilik 2 2019

Sudah banyak film indonesia yang mengangkat sosok anak-anak dalam pembuatan film. Dimana peran anak-anak mengisahkan banyak cerita, baik ada yang diangkat dari buku novel maupun cerita tentang kehidupan nyata. Semua punya sisi berbeda satu dengan lainnya, namun masih sangat kental akan tingkah lakuseorang anak.

Tidak hanya itu, memasukan sosok anak-anak dalam dunia perfilm indonesia juga menjadikan banyak orang tua dapat memberikan pelajaran kepada anak mereka melalu tayangan film tersebut. Hal ini sangat diterima oleh masyarakat indonesia, khususnya untuk film-film yang sangat mengena seperti laskar pelangi, petualangan sherina dan banyak lainnya. Memasuki tahun 2019 ini, dapat dikatakan sudah banyak film yang bercerita tentang kehidupan anak-anak, salah satunya disini adalah film Koki-koki Cilik 2.

Masuk dalam deretan film-film indonesia yang dapat memberikan hiburan sendiri. film Koki-koki Cilik 2, dapat dikatakan telah hasil. Hal tersebut berkat adanya ansambel yang merupakan bintang cilik, dimana datang dengan nuansa menyenangkan yang layak untuk di tonton oleh anak.

Film yang dibangun oleh Viva Westi ini, bisa menjadi salah satu pilihan tepat untuk Anda saksikan bersama dengan keluarga saat datang pergi bioskop. Masih mengikuti alur cerita dari kisah alumni cooking camp, dimana mereka berkumpul dan membuat sebuah rencana untuk pergi ke tempat Chef Grant (diperankan oleh Ringgo Agus Rahman). Akan tetapi Bima (diperankan oleh Farras Fatik) dan teman-temannya, menghadapi sebuah kenyataan yang bisa dikatakan tidak dalam ekspetasi mereka. Tempat untuk cooking camp tersebut sudah tidak terurus lagi.

Tidak hanya itu, Chef Grant juga tidak lagi mempunyai semangat. Lantas apa yang sebenarnya sedang terjadi di cooking camp? Lalu bagaimana para koki cilik ini, kembali tempat belajar tersebut? Temukan jawabanya dengan download film Koki-koki Cilik 2 sekarang di layarkaca21. Akan tetapi jika Anda ingin menyimak sedikit review yang kami berikan disini, Anda dapat membaca secara lengkap berikut ini.

Review Film Koki-koki Cilik 2 2019

Mengisahkan kehidupan Heavy yang kekanakkan

Jika Anda dapat memerhatikan, cerita yang disampaikan film Koki-koki Cilik 2 bukan konflik yang sederhana. Ya, memang fiksi, tapi kita lihat sisi baik lainnya. Premis tentang selamatkan cooking camp yang dikerjakan oleh anak-anak bisa dibilang sangat mustahil, akan tetapi Viva Westi berhasil mengemasnya dengan sentuhan rasa anak-anak.

Disini sama dengan yang terjadi pada film petualangan, dimana mereka selalu membuat sebuah imajinasi, dan itu seperti pada film The Kid Who Would Be King (2019), maupun di film Laskar Pelangi (2008) dan terjadi juga pada beberapa film petualangan anak yang lainnya.

Bisa dikatakan menjadi sebuah imajinasi, pasalnya belum pasti masalah yang terjadi ini dapat diselesaikan oleh anak-anak. Namun tidak hanya itu yang menjadi fokus dalam film ini. Karena terdapat sisi petualangan dan nilai lain yang penonton dapat simpulkan sendiri.

Akting sangat natural dari bintang cilik

Ada hal menarik dalam film anak satu ini, tidak hanya tentang cerita yang dibangun. Namun dari semua pemain yang dapat memberikan akting senatural mungkin. Ekspresinya sangat terlihat jujur dan improvisasi yang kadang juga menggemaskan.

Semua pemain dapat merepresentasikan karakter manusia seperti pada umumnya. Farraz Fatik yang memerankan sebagai Bima cerminkan seorang anak yang menjadi idaman banyak orangtua. Alifia Lubis berperan sebagai Melly, dia menjadi perempuan ekstrover yang memecah keheningan.

Ali Fikri menddapatkan peran sebagai Alva, dimana dia menjadi seorang anak laku-laki yang menyebalkan, senang usil, namun tetap setia kawan. Sedangkan Clarice Cutie diperankan oleh Niki, dia menjadi seorang wanita pintar yang sangat pendiam. Romaria dapatkan peran sebagai Key, dimana menjadi sosok wanita tomboi yang realistis.

Marcello memperoleh peran sebagai Kevin, dia memerankan karakter laki-laki yang cuek, namun penyayang, dan senang berbagi. Ada juga aktor pendatang baru, Adhiyat dimana perannya adalah menjadi pria cool multitalenta, namun sangat sombong. Berbicara lepas dari sisi akting natural dan improvisasi dari para pemainnya, terdapat beberapa pemain yang masih terlihat cukup kaku. Ya, masih bisa dimaklmi karena  mereka masih anak-anak”, jadi akting layar lebar tidak menjadi tuntutan utama dari mereka.

 

Last updated: November 9, 2019

Comments

No comments yet.
Comments are closed